Feeds:
Posts
Comments

inisial S

skripsi-streetsignHari ini aku mengingat-ingat kembali perjalananku dalam memperjuangkan inisial S. Menghadap Bu Susi sambil senyam-senyum mati gaya. Naik turun ke unit I plus ngrepotin Mas Candra berkali-kali di akademik. **makasih mas candra** Bolak-balik istananya pak Herry Zudianto ngurus izin. Kunjungan-kunjungan singkat ke RS Bethesda [selanjutnya kita sebut inisialnya aja, RS B]. Dilanjutkan dengan hobi baru mengunjungi wartel untuk nelpon RS B. Semua itu menghabiskan waktu kira-kira 20 hari.

Dan, hari ini, ya hari ini seharusnya jadi hari yang bisa mencerahkanku. Tapi dismenorrhea sepertinya mengalihkan semua kecerahan itu.

Kemarin aku telpon RS B. Total 4 kali panggilan. Pertama ke bagian perizinan. Lalu disuruh nelpon Pak Yusron. Pak Yusron minta ditelpon lagi setelah beliau lihat2 daftar. Jadi aku telpon Pak Yusron lagi. Sama Pak Yusron aku disuruh nelpon bagian farmasi rawat inap, bikin janji untuk ketemu sama Bu Wardani lewat Bu Igun, sekretaris Bu Wardani. Dan akhirnya disepakatilah waktu ketemuan itu.

Jadi, tadi aku ke RS B dengan niyat suci bertemu Bu Wardani pukul 09.30. Dengan tertib aku sudah nongkrong di kantornya tepat jam segitu. Ternyata sudah ada mas-mas yang ngantri. Tapi yang di-antri-in belum ada. Waiting session itu pun dimulai. Setelah menghabiskan sms-sms untuk mengatasi keBTan, akhirnya Bu Wardani datang pukul 10.30. Dan akhirnya aku bisa berjumpa beliau. Aku sudah menyiapkan draft, siap dibantai.

Dibantai? Hah.. Beliau cuma bilang bahwa proposalku sudah didisposisi ke Bu Endang. **siapa lagi ini** Dan.. Bu Endang baru cuti. **ough** Aku harus menunggu lagi. Aku merasa dismenorrhea-ku meningkat ke stadium yang lebih berat. Dan hari ini jadi lebih mendung dan nyeri.

Aku belum mampu begitu.

first time

Selalu ada saat pertama. Pertama kali bisa ngomong. Pertama kali bisa jalan. Pertama kali masuk sekolah. Pertama kali naik bis sendiri. Pertama kali keluar kota. Pertama kali naik motor. Pertama kali mbikin nangis orang. Pertama kali jatuh. Pertama kali bangkit lagi. Pertama kali terluka. Pertama kali pulih kembali. Dan banyak lagi saat pertama yang lainnya.

Dan hari Ahad kemarin adalah untuk pertama kalinya aku memakai kerudung berwarna merah. Terima kasih untuk temen-temen KMMF khususnya Bidang Media Opini khususnya panitia Lomba Cerpen khususnya Dek Triana Candraningrum yang udah minta aku jadi juri. Terima kasih karena telah memberi warna baru dalam hidupku.

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono, 1994)

Pertama kali nemu puisi ini waktu nyari bahan tugas bahasa Indonesia kelas 1 SMA. Tiap kali Juni datang selalu ingat lagi. Dan menurutku puisi ini lebih bagus dari puisinya Sapardi yang judulnya ‘aku ingin’ (apa karena ‘aku ingin’ terlalu populer sampai aku bosen ya..)

Vetsin, kafein, dan capsaicin.

Beberapa hari ini aku mengkhianati tubuhku sendiri dengan mengonsumsi ketiga senyawa itu.

Vetsin. Aku sudah tahu aku alergi padanya. Tapi beberapa hari ini aku mengonsumsi mie instan yang bumbunya dikuasai olehnya. Dan aku merasakan sendiri akibatnya.

Kafein. Meminum kopi yang mengandung dia membuat produksi asam lambungku meningkat dan akhirnya gastritisku kumat. Tapi beberapa hari ini aku mengonsumsinya. Dan, lagi, aku merasakan sendiri akibatnya.

Capsaicin. Saluran pencernaanku tak pernah bersahabat dengannya. Gastrikku memang agak rewel. Namun aku seringkali coba-coba mendekatinya. Dan, lagi-lagi, aku merasakan sendiri akibatnya.

Dan hari ini, aku mengonsumsi ketiganya dalam satu paket hidangan di kantin. Indomie rebus rasa soto pake cabe plus kopi Goodday vanila latte. Habis ini aku mau jalan kaki sejauh bebapa ratus meter.

Hancurlah sudah.

Soe Hok Gie mengutip kata-kata seorang filsuf Yunani dan menyepakatinya, “Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

Kalau puisinya Chairil Anwar, “Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi/ Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak/ Kami mati muda/ Yang tinggal tulang diliputi debu/ Kenang, kenanglah kami//

Itu pandangan Soe Hok Gie dan Chairil Anwar. Mereka akhirnya memang mati muda, sama-sama menjelang usia 27.

Beberapa kawan dipanggil Sang Kekasih dalam usia muda. Bahkan lebih muda dari Soe Hok Gie maupun Chairil Anwar.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Robb-mu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Al Fajr:27-30)

Sabtu, 9 Mei 2009_Dias Nadi Utama_KT’06
Rabu, 27 Mei 2009_Topan Indra Permana_KU’05
Ahad, 7 Juni 2009_Rifqi Yudhistira Anugrah Perkasa_PA’07

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un

Sebelumnya, ada Hanggito Laras (2004), Mufti Hayu Asna (2006), Shinta Ardhita (2006),Yuria Susta Setiani (2009), Maria Sisfakh Muhammada (2009), Bagus Aji Pamungkas (2009).

Dan janganlah kau kira bahwa orang-orang yang gugur di Jalan Alloh itu mati, sesungguhnya mereka hidup di Sisi Robb-nya dengan mendapat nikmat.” (QS Ali Imran: 169)

Shoutout terakhir di fs-nya mas topan,

perhatikanlah akhiratmu….perhati kanlah akhiratmu…perhatik anlah akhiratmu…..se2ora ng tidak pernah tahu kapan dan di bumi mana dia akan mati…….

Ya Alloh, pengingatMu telah Kau berikan berkali-kali. Dan aku masih saja lalai.

the successor

dwilogi pemilu 2009

Apa itu pemilu? Hampir semua orang Indonesia mestinya tahu apa itu pemilu. Apalagi yang sudah ngaku sekolah sampai belasan tahun. Yah, semua juga tahu kalau pemilu itu berasal dari kata dasar pilu yang mendapat imbuhan peN- sehingga pemilu mempunyai makna yang membuat jadi pilu.

Continue Reading »

01/01/10

Sampai tanggal segitu lah masa aktif nomer simpatiku. Gak usah isi pulsa sampe taon depan. Hahaha..

***bo’ong banget kalo bilang gak usah isi pulsa. Walo udah punya nomer m3 entah kenapa ni nomer simpati butuh diisi pulsa terus..***

kembali lagi

merenungi kehidupanAkhirnya, Nana kembali lagi dari KKN-nya yang luamaaa itu. Luama karena meliputi 40 hari KKN-Kuliah Kerja Nyata dan sekitar 20 hari penyesuaian untuk KKN-Kembali ke Kehidupan Normal. Lama banget kan. Padahal sekarang rasanya belum normal beneran nih. *emang kapan normalnya?* Dan lagi, sebenarnya aku juga gak punya parameter pasti kehidupan normalku itu seperti apa. Benar-benar aneh.

Mohon maaf jika “pamitan kkn” terlalu lama setia menjadi penyambut di blog ini. Banyak sebenarnya yang ingin kubagi. Tapi ternyata tangan ini gak juga bisa menuangkan apa yang ada di pikiran karena harus melakukan hal-hal yang lain. *sok sibuk banget sih, padahal slama ini cuman maen2*

Yah, intinya, semoga aku bisa segera post apa yang ada dalam benak ini, tentang pemilu, tentang kkn, tentang kehilangan, dan tak lupa tentang angin dan matahari.

O ya. Mmm.. Aku gak ingin berapologi. Tapi sekembalinya dari KKN-yang Kuliah Kerja Nyata-aku memang terombang-ambing, tak juga mendarat ke bumi. Dan dalam keadaan seperti itu, aku dihantam berkali-kali. Entah di koordinat mana aku sekarang. Yang jelas, aku mencoba kembali lagi.

Older Posts »