Bagi sebagian orang, proses pengerjaan skripsi bisa jadi sangat lancar, on the track, berpresisi tinggi terhadap jadwal yang dibuat di awal, dan penuh kemudahan. Semudah menemukan es krim di mini market. Tapi bagi sebagian yang lain, mengerjakan skripsi berarti menguras kantong, dompet, rekening, darah dan air mata-paling tidak darah mencit, tikus, kelinci, dan hewan-hewan tanpa tanda jasa lainnya. Lika-likunya melebihi Kelok 44-nya Danau Singkarak. Manuver-manuver yang harus dibuat lebih spektakuler daripada pilot F-16. Dan jelas lebih bisa menjadi kisah klasik untuk masa depan daripada kisah mencari es krim.
Bagi yang baru jadi draftnya dan ternyata disuruh revisi, ketahuilah bahwa ada orang yang revisi berkali-kali tanpa tahu kapan kisahnya akan berujung, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang sudah revisi berkali-kali, ketahuilah bahwa ada orang yang harus kelimpungan membahas datanya hingga tidak kunjung bisa menyodorkan draft akhir untuk direvisi, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang kelimpungan membahas data, ketahuilah bahwa ada orang yang untuk mencari data saja dia harus jungkir balik salto rol depan rol belakang [eh itu senam lantai ding, bukan cari data], bahkan mungkin harus mengulang beberapa kali karena data awalnya tidak sesuai harapan, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang jungkir balik mencari data, ketahuilah bahwa ada orang yang untuk memperoleh izin agar dapat mencari data saja dia harus mondar-mandir layaknya setrika, diping-pong ke sana kemari, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang berjuang memperoleh izin, ketahuilah bahwa ada orang yang harus memeras pikiran habis-habisan karena proposalnya tidak kunjung dianggap layak oleh pembimbingnya, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang habis-habisan menyusun proposal, ketahuilah bahwa ada orang yang ditolak berkali-kali saat mengajukan judul dan harus membangun rancangan skripsi dari nol lagi, dan dia tidak berhenti.
Bagi yang ditolak judulnya berkali-kali, bersyukurlah atas kemauan yang kau punyai. Ketahuilah bahwa ada orang yang untuk membentuk niat mengerjakan skripsi saja ia kesulitan, dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi.
Bagi yang sebenarnya punya niat tapi punya kendala-kendala yang kamu tak kuasa mengatasi, cobalah berbagi. Kita tidak pernah tahu, makhluk mana yang dikehendaki Alloh dapat menyelesaikan permasalahan kita. Barangkali justru bukan kita sendiri.
Bagi yang belum niat, sedang berusaha membentuk niat, atau mungkin mencicil niat, masa’ kamu mau berhenti di sini? Teman-temanmu juga bukan tanpa kesulitan dengan skripsinya. Tapi mereka berani mengambil risiko dan menghadapinya.
Where there is a Will, there is Kate Middleton. Eh salah lagi
Jika ada kemauan, akan ada seribu jalan. Jika tidak ada kemauan, akan ada seribu alasan.
Absolutely, you have no reason to stop it now.
Seseorang yang bertanggungjawab akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menuntaskan sesuatu yang sudah pernah berani ia mulai.
Di hadapanNya, tidak ada yang sia-sia.
Malang, 5 Juli 2011
*terima kasih untuk kawan-kawan yang dulu mengingatkanku untuk tidak berhenti
