
Jumat, 23 Januari 2009, 14.00
Apa yang kamu rasakan jika kamu tadinya berniat untuk mengikutkan karyamu dalam suatu kompetisi namun karena kamu pikir karyamu tidak terlalu bagus, kamu mengurungkan niatmu itu, dan kemudian ketika hasil kompetisi itu diumumkan, kamu menyadari bahwa karya yang berhasil menjadi juara tidak lebih bagus dari karyamu?
Itu belum seberapa.
Apa yang kamu rasakan ketika kamu melihat seorang nenek hendak menyeberang jalan dan kamu sudah berniat untuk membantunya namun karena kamu sedang terburu-buru kamu mengurungkan niatmu itu, dan kemudian nenek itu terserempet motor karena ternyata sebenarnya beliau sudah pikun dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyeberang?
Itu belum seberapa.
Apa yang kamu rasakan ketika temanmu sakit, telah cukup lama, kamu berniat dan punya banyak kesempatan untuk menjenguknya namun kamu berkali-kali menundanya, sampai kemudian akhirnya dia ‘memaksamu’ menjenguknya karena telah tiba saat terakhir sebelum dia dihantarkan ke peristirahatannya?
Untuk Mbak Yuria Susta Setiani yang menghembuskan nafas juang terakhirnya hari Kamis tanggal 22 Januari 2009 pukul 19.30 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dalam usia 24 tahun.
Untuk ayahanda mbak Yuria, Pak Suryadi, dan adik-adik mbak Yuria, kalian sungguh mengagumkan.


innalillahi wa inna ilaihi rojiun..,
isbir ya ukhti..,
jangan berkata seandainya cukup bilang qadarulloh wa masya’a fa’ala
ana punya pengalaman menarik juga ana belajar bekam karena da seorang teman ana yang sakit berharap bukan hanya dia yang bisa aku tolong.., tapi alasan utamanya tetep dia tapi qadarulloh bekam tak bisa dijalankan padanya cuz beliau sakit ginjal
jazakillah
gak berandai-andai kok..
cuma sedang mengingatkan diri sendiri aja, biar gak membiasakan diri menunda-nunda hal baik yang sudah diniatkan, biar gak menyesal di akhir