Aku belum mampu begitu.
Archive for June, 2009
nyalakan dirimu dan jadilah penerang
Posted in ordinary feel on June 24, 2009 | 5 Comments »
first time
Posted in ordinary me on June 17, 2009 | 2 Comments »
Selalu ada saat pertama. Pertama kali bisa ngomong. Pertama kali bisa jalan. Pertama kali masuk sekolah. Pertama kali naik bis sendiri. Pertama kali keluar kota. Pertama kali naik motor. Pertama kali mbikin nangis orang. Pertama kali jatuh. Pertama kali bangkit lagi. Pertama kali terluka. Pertama kali pulih kembali. Dan banyak lagi saat pertama yang lainnya.
Dan [...]
Hujan Bulan Juni
Posted in ordinary words, tagged poem on June 15, 2009 | 4 Comments »
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono, 1994)
Pertama kali nemu puisi ini waktu nyari bahan tugas bahasa Indonesia kelas 1 [...]
vetsin, kafein, dan capsaicin
Posted in ordinary me on June 10, 2009 | 7 Comments »
Vetsin, kafein, dan capsaicin.
Beberapa hari ini aku mengkhianati tubuhku sendiri dengan mengonsumsi ketiga senyawa itu.
Vetsin. Aku sudah tahu aku alergi padanya. Tapi beberapa hari ini aku mengonsumsi mie instan yang bumbunya dikuasai olehnya. Dan aku merasakan sendiri akibatnya.
Kafein. Meminum kopi yang mengandung dia membuat produksi asam lambungku meningkat dan akhirnya gastritisku kumat. Tapi beberapa hari [...]
(lagi, entah berapa kali) selamat jalan
Posted in ordinary journey, tagged farewell on June 9, 2009 | 7 Comments »
Soe Hok Gie mengutip kata-kata seorang filsuf Yunani dan menyepakatinya, “Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”
Kalau puisinya Chairil Anwar, “Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi/ Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak/ [...]
the successor
Posted in m a t a h a r i on June 5, 2009 | Leave a Comment »
dwilogi pemilu 2009
Posted in ordinary mind on June 4, 2009 | Leave a Comment »
Apa itu pemilu? Hampir semua orang Indonesia mestinya tahu apa itu pemilu. Apalagi yang sudah ngaku sekolah sampai belasan tahun. Yah, semua juga tahu kalau pemilu itu berasal dari kata dasar pilu yang mendapat imbuhan peN- sehingga pemilu mempunyai makna yang membuat jadi pilu.
01/01/10
Posted in ordinary me on June 4, 2009 | 2 Comments »
Sampai tanggal segitu lah masa aktif nomer simpatiku. Gak usah isi pulsa sampe taon depan. Hahaha..
***bo’ong banget kalo bilang gak usah isi pulsa. Walo udah punya nomer m3 entah kenapa ni nomer simpati butuh diisi pulsa terus..***
kembali lagi
Posted in ordinary feel on June 1, 2009 | 4 Comments »
Akhirnya, Nana kembali lagi dari KKN-nya yang luamaaa itu. Luama karena meliputi 40 hari KKN-Kuliah Kerja Nyata dan sekitar 20 hari penyesuaian untuk KKN-Kembali ke Kehidupan Normal. Lama banget kan. Padahal sekarang rasanya belum normal beneran nih. *emang kapan normalnya?* Dan lagi, sebenarnya aku juga gak punya parameter pasti kehidupan normalku itu seperti apa. Benar-benar [...]

