Alangkah mirisnya melihat keputusasaan seorang pemimpin. Keputusasaan yang mendorongnya mengandalkan kepatuhan prajurit dan mengabaikan kefahaman. Mengandalkan kepercayaan prajurit dan mengabaikan persaudaraan.
Alangkah sedihnya melihat keputusasaan seorang prajurit. Keputusasaan yang disebabkan oleh tak lagi berharapnya ia pada kefahaman dan persaudaraan. Keputusasaan yang memunculkan kepatuhan kosong dan mungkin dianggap sebagai bentuk kepercayaan.
Bertemunya kedua keputusasaan itu akan membuahkan kelanggengan. [...]
Archive for October, 2009
karena mimpi kita harus membubung bersama
Posted in ordinary mind, ordinary words on October 29, 2009 | Leave a Comment »
maka aku memanggilnya : srikandi
Posted in ordinary words, tagged poem, srikandi on October 25, 2009 | 6 Comments »
bukan karena kuat badannya
melainkan karena tegar hatinya
bukan karena jitu bidikannya
melainkan karena tajam perasaannya
bukan karena keberaniannya bertarung
melainkan karena kesadarannya berjuang
karena dia wanita
maka aku memanggilnya
:srikandi
yogyakarta, 22 okt 2009 11.30am
episode kesendirian
Posted in ordinary feel, ordinary journey, tagged diary on October 17, 2009 | Leave a Comment »
manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. manusia tidak bisa hidup sendiri. setangguh apapun dia, pasti dia membutuhkan orang lain. anak esde yang dapat pelajaran pendidikan kewarganegaraan juga sudah pada tahu.
dan tentu saja, sebagai manusia biasa aku pun begitu. **jadi, aku sama sekali bukan catwoman. ingat itu.**
yah, walaupun di sisi lain, manusia adalah makhluk individu. makhluk [...]
Jumat siang di SMA
Posted in ordinary journey, ordinary people, tagged diary on October 9, 2009 | Leave a Comment »
Seperti Jumat-jumat pada umumnya, hari Jumat siang ini aku ke SMA. Beralih sejenak dari segala hiruk pikuk kampus. Beralih dari wifi gelanggang dan farmasi ke wifi teladan. **haha..online..online** Dan yang jelas, menunaikan amanah KIP a.k.a mentoring kelas XI. **tiba-tiba serius..**
Ke SMA setiap Jum’at memang menjadi hal rutin. Tapi rutinitas yang satu ini benar-benar menyegarkan. Bukan [...]
Srikandi abad ini
Posted in ordinary words, tagged poem on October 1, 2009 | Leave a Comment »
Kami wanita, itu sungguh kami sadari
Kami tak pernah menuntut emansipasi
karena yang kami yakini,
Tuhan tak pernah salah memberi porsi
Kami wanita, dan kami coba menghayati
Maka kami tak sanggup berdiam diri
Berjajar anak panah yang berharap pada rentangnya busur kami
Dan mereka tak dapat terlalu lama menanti
Kami wanita, itu takkan kami ingkari
Namun bukan berarti kami tak bisa lebih berani
Bukan berarti [...]

