<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for hanya aku dan angin</title>
	<atom:link href="http://antivetsin.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antivetsin.wordpress.com</link>
	<description>tanpa matahari</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 12:45:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Manusia Tidak Boleh Berhenti Berharap by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/20/manusia-tidak-boleh-berhenti-berharap/#comment-106</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 12:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=228#comment-106</guid>
		<description>walah.. ternyata kehidupan kucing bisa sekompleks itu ya mbak.. dududu.. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walah.. ternyata kehidupan kucing bisa sekompleks itu ya mbak.. dududu.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manusia Tidak Boleh Berhenti Berharap by yulifia</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/20/manusia-tidak-boleh-berhenti-berharap/#comment-105</link>
		<dc:creator>yulifia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 01:21:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=228#comment-105</guid>
		<description>si rufus-nya mudik lebaran kali na.... trus habis itu ada sodaranya yg walimahan... mudiknya jadi kelamaan deh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>si rufus-nya mudik lebaran kali na&#8230;. trus habis itu ada sodaranya yg walimahan&#8230; mudiknya jadi kelamaan deh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sungguh, Aku Mencintai Farmasi by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/13/sungguh-aku-mencintai-farmasi/#comment-104</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:11:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=223#comment-104</guid>
		<description>sama2 mol.. ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sama2 mol.. ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sungguh, Aku Mencintai Farmasi by moy</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/13/sungguh-aku-mencintai-farmasi/#comment-103</link>
		<dc:creator>moy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 00:42:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=223#comment-103</guid>
		<description>mbak nana...selamat hari kesehatan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mbak nana&#8230;selamat hari kesehatan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sungguh, Aku Mencintai Farmasi by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/13/sungguh-aku-mencintai-farmasi/#comment-102</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:47:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=223#comment-102</guid>
		<description>banyak mbak, yg menjadi bagian dari itu.. termasuk yg nulis ini :P
semoga batas itu bisa segera terpeta jelas!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>banyak mbak, yg menjadi bagian dari itu.. termasuk yg nulis ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
semoga batas itu bisa segera terpeta jelas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sungguh, Aku Mencintai Farmasi by yulifia</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/13/sungguh-aku-mencintai-farmasi/#comment-101</link>
		<dc:creator>yulifia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:29:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=223#comment-101</guid>
		<description>suka dengan bagian &quot;mahasiswa-mahasiswa ambang batas&quot; merasa menjadi salah satu darinya... haha..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>suka dengan bagian &#8220;mahasiswa-mahasiswa ambang batas&#8221; merasa menjadi salah satu darinya&#8230; haha..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Biasa Saja by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/09/biasa-saja/#comment-100</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 16:42:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=218#comment-100</guid>
		<description>sesuatu yang antik kalo sering terjadi jadinya biasa saja mbak ^^ hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesuatu yang antik kalo sering terjadi jadinya biasa saja mbak ^^ hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Biasa Saja by yulifia</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/2009/11/09/biasa-saja/#comment-99</link>
		<dc:creator>yulifia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:51:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?p=218#comment-99</guid>
		<description>akan jadi biasa saja, atau mungkin jad sesuatu yg antik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akan jadi biasa saja, atau mungkin jad sesuatu yg antik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-98</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:54:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-98</guid>
		<description>mungkin saat ini kita masih kerap tercengang
akan betapa menakjubkannya waktu berjalan
kita masih merasa aneh akan segala perubahan
kita masih merasa sedih dengan sedikit kehilangan

namun nanti, ketika waktu terus mengantarkan kita
dari perubahan satu ke perubahan lainnya
ketika kita telah benar-benar beranjak dewasa
ketika semua hal berarti di masa ini
hanya akan menjadi masa lalu
ketika satu per satu dari kita saling melupa

segalanya akan terasa biasa

Yogya, 310307 20:04</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin saat ini kita masih kerap tercengang<br />
akan betapa menakjubkannya waktu berjalan<br />
kita masih merasa aneh akan segala perubahan<br />
kita masih merasa sedih dengan sedikit kehilangan</p>
<p>namun nanti, ketika waktu terus mengantarkan kita<br />
dari perubahan satu ke perubahan lainnya<br />
ketika kita telah benar-benar beranjak dewasa<br />
ketika semua hal berarti di masa ini<br />
hanya akan menjadi masa lalu<br />
ketika satu per satu dari kita saling melupa</p>
<p>segalanya akan terasa biasa</p>
<p>Yogya, 310307 20:04</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-97</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-97</guid>
		<description>sejak awal kita telah sama-sama mengerti
bahwa akan ada persimpangan yang harus kita lalui
kita akan melangkah, tak lagi saling menemani
dan tak ada jalan yang lebih baik dari yang lainnya
karena kesemuanya akan berujung pada muara yang sama

Yogya, 170307 17:30</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejak awal kita telah sama-sama mengerti<br />
bahwa akan ada persimpangan yang harus kita lalui<br />
kita akan melangkah, tak lagi saling menemani<br />
dan tak ada jalan yang lebih baik dari yang lainnya<br />
karena kesemuanya akan berujung pada muara yang sama</p>
<p>Yogya, 170307 17:30</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-96</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:19:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-96</guid>
		<description>CINTA DI ATAS TUJUH BELAS RIBU PULAU

cinta yang telah membubung
di atas kumpulan karang, hamparan pasir
dan tiap helai daun yang disapa angin berdesir
cinta yang telah membuncah
terlalu besar hingga aromanya
harus dibagi dengan tujuh penjuru dunia
cinta yang begitu baik hati
memberi kehangatan di pagi hari
menyimpan harapan hingga senja menanti

cinta yang terlalu luas membentang
tak dijangkau dua tangan terentang
hingga satu-satu lepas dari genggam
cinta suci yang dibohongi
ikhlas memberi dan rela berkorban
tak beroleh balasan sepadan

cinta itu
cinta di atas tujuh belas ribu pulau
yang perlahan tenggelam
oleh linangan airmata

Yogya, 190706 20:33</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>CINTA DI ATAS TUJUH BELAS RIBU PULAU</p>
<p>cinta yang telah membubung<br />
di atas kumpulan karang, hamparan pasir<br />
dan tiap helai daun yang disapa angin berdesir<br />
cinta yang telah membuncah<br />
terlalu besar hingga aromanya<br />
harus dibagi dengan tujuh penjuru dunia<br />
cinta yang begitu baik hati<br />
memberi kehangatan di pagi hari<br />
menyimpan harapan hingga senja menanti</p>
<p>cinta yang terlalu luas membentang<br />
tak dijangkau dua tangan terentang<br />
hingga satu-satu lepas dari genggam<br />
cinta suci yang dibohongi<br />
ikhlas memberi dan rela berkorban<br />
tak beroleh balasan sepadan</p>
<p>cinta itu<br />
cinta di atas tujuh belas ribu pulau<br />
yang perlahan tenggelam<br />
oleh linangan airmata</p>
<p>Yogya, 190706 20:33</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-95</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 16:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-95</guid>
		<description>Kita menempuh jalan pulang, aku dan kau
sama-sama namun tak beriringan
Tak lagi sejalan
Mimpi kita terbiaskan kabut yang mendadak datang
Kita sama-sama tersesat
Kita terpencar, makin jauh dari puncak

Kalau saja hati yang angkuh bisa kita taklukkan
Kalau saja kita mau bicara dengan alam
Bertanya pada matahari, mencanda bintang
Mungkin suatu saat
kita akan bertemu di suatu terang

Yogya, 240406 21:20</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita menempuh jalan pulang, aku dan kau<br />
sama-sama namun tak beriringan<br />
Tak lagi sejalan<br />
Mimpi kita terbiaskan kabut yang mendadak datang<br />
Kita sama-sama tersesat<br />
Kita terpencar, makin jauh dari puncak</p>
<p>Kalau saja hati yang angkuh bisa kita taklukkan<br />
Kalau saja kita mau bicara dengan alam<br />
Bertanya pada matahari, mencanda bintang<br />
Mungkin suatu saat<br />
kita akan bertemu di suatu terang</p>
<p>Yogya, 240406 21:20</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-94</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 20:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-94</guid>
		<description>kawan, tolong aku
aku terpuruk di sudut ini
begitu parah hingga tak mampu
bila harus bangkit sendiri

kawan, aku mengigau
makin tersudut dan kedinginan
tercekik idealisme dan keraguan
terhentak oleh gagasan-gagasan
terpaku di hadapan lembaran ilmu
tergugu dalam segala ketakmampuanku

Yogya, 071005 11:45</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kawan, tolong aku<br />
aku terpuruk di sudut ini<br />
begitu parah hingga tak mampu<br />
bila harus bangkit sendiri</p>
<p>kawan, aku mengigau<br />
makin tersudut dan kedinginan<br />
tercekik idealisme dan keraguan<br />
terhentak oleh gagasan-gagasan<br />
terpaku di hadapan lembaran ilmu<br />
tergugu dalam segala ketakmampuanku</p>
<p>Yogya, 071005 11:45</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-93</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 20:22:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-93</guid>
		<description>yang nanti
yang besok
yang akan
yang tak kita tahu

yang lahir
yang hidup
yang mati
yang harus terjadi

Yogya, 260805 07:38</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang nanti<br />
yang besok<br />
yang akan<br />
yang tak kita tahu</p>
<p>yang lahir<br />
yang hidup<br />
yang mati<br />
yang harus terjadi</p>
<p>Yogya, 260805 07:38</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on stanza by n a n a</title>
		<link>http://antivetsin.wordpress.com/stanza/#comment-92</link>
		<dc:creator>n a n a</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 20:20:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antivetsin.wordpress.com/?page_id=203#comment-92</guid>
		<description>jalan di depan masih samar kutatap
kabut fajar belum habis tertiup mentari
padahal lentera di tangan ini
sudah harus mati

aku jatuh
terpelanting
rapuh
hancur

mengangankan hari yang tak kunjung tiba
belum lagi memandang terang
harus kembali pada malam

Yogya, 260805 07:29</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jalan di depan masih samar kutatap<br />
kabut fajar belum habis tertiup mentari<br />
padahal lentera di tangan ini<br />
sudah harus mati</p>
<p>aku jatuh<br />
terpelanting<br />
rapuh<br />
hancur</p>
<p>mengangankan hari yang tak kunjung tiba<br />
belum lagi memandang terang<br />
harus kembali pada malam</p>
<p>Yogya, 260805 07:29</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
