manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. manusia tidak bisa hidup sendiri. setangguh apapun dia, pasti dia membutuhkan orang lain. anak esde yang dapat pelajaran pendidikan kewarganegaraan juga sudah pada tahu.
dan tentu saja, sebagai manusia biasa aku pun begitu. **jadi, aku sama sekali bukan catwoman. ingat itu.**
yah, walaupun di sisi lain, manusia adalah makhluk individu. makhluk [...]
Posts Tagged ‘diary’
episode kesendirian
Posted in ordinary feel, ordinary journey, tagged diary on October 17, 2009 | Leave a Comment »
Jumat siang di SMA
Posted in ordinary journey, ordinary people, tagged diary on October 9, 2009 | Leave a Comment »
Seperti Jumat-jumat pada umumnya, hari Jumat siang ini aku ke SMA. Beralih sejenak dari segala hiruk pikuk kampus. Beralih dari wifi gelanggang dan farmasi ke wifi teladan. **haha..online..online** Dan yang jelas, menunaikan amanah KIP a.k.a mentoring kelas XI. **tiba-tiba serius..**
Ke SMA setiap Jum’at memang menjadi hal rutin. Tapi rutinitas yang satu ini benar-benar menyegarkan. Bukan [...]
Tausiyah Silaturohim Sore : Dakwah, Partai, Golongan, Regenerasi, Shof, Pemuda
Posted in ordinary journey, ordinary people, tagged diary, Islam on September 28, 2009 | Leave a Comment »
Banyak hal yang bisa kita dapat dari silaturohim. Dan Ahad sore kemarin, aku mendapatkan sepaket komplit tausiyah dari silaturohim.
Semua kisah ini diawali Sabtu pagi, ketika hp-ku kemasukan sms lebaran dari Mbak Ulfa yang di belakangnya dikasih embel-embel “dk Nana kpan ad wktu utk silkoh Muhammadyh Blctr?ahad 27Sep Jm 15.30 pe 18.30 gmn?”
Astaghfirulloh. Itu kan SEHARUSNYA [...]
penting gak penting
Posted in ordinary feel, tagged diary on January 20, 2009 | Leave a Comment »
manusia, sudah menjadi biasa ketika lebih memperhatikan kepentingannya sendiri daripada kepentingan manusia lain
dan sudah biasa pula, ketika kepentingannya itu sudah terpenuhi, seseorang menjadi lupa bahwa orang lain juga punya kepentingan
jadi,
kenapa aku masih sedih?
kenapa aku masih marah?
ah iya. itu karena aku juga manusia biasa

