Soe Hok Gie mengutip kata-kata seorang filsuf Yunani dan menyepakatinya, “Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”
Kalau puisinya Chairil Anwar, “Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi/ Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak/ [...]
Posts Tagged ‘farewell’
(lagi, entah berapa kali) selamat jalan
Posted in ordinary journey, tagged farewell on June 9, 2009 | 7 Comments »
(lagi-lagi) selamat jalan
Posted in ordinary journey, tagged farewell on February 26, 2009 | 2 Comments »
Alloh begitu baik, memberi banyak kesempatan, senantiasa menghadirkan pengingat bagi nana untuk belajar menjadi lebih dewasa. Hanya saja, seringkali nana tak menyadarinya.
Semalam, Rabu 25 Februari 2009, pukul 22.45, setelah sepekan penuh berjuang, seorang kawan telah dijemput Sang Kekasih.
Bagus Aji Pamungkas namanya. Terakhir dia menempuh pendidikan di fakultas kehutanan, seangkatan denganku.
Aku tak sempat mengenalnya. Tahu nama. [...]
(lagi) selamat jalan
Posted in ordinary journey, tagged farewell on February 20, 2009 | Leave a Comment »
hari itu, Jumat 6 Februari 2009, hari terakhir mubes kmmf. seperti hari sebelumnya, aku turut serta memenuhi daftar hadir mubes. dan seperti hari sebelumnya pula, aku tidak ingin banyak omong di depan forum untuk mubes tahun ini. cukuplah dengan ngompor-ngomporin orang lain untuk ngomong. hehehe..
aku datang cukup telat. sudah pukul delapan lewat. di depan pintu ruang lima, aku ketemu sasti–bendum kmmf yang hari itu akan lengser dan juga adalah temen esempeku.
pertama, kami saling menyapa..
lalu, dia bilang, “Mau layat gak ntar?”
deg. “layat? siapa?” tanyaku, dengan nada suara masih cukup biasa.
penyesalan datangnya belakangan
Posted in ordinary feel, tagged farewell on January 26, 2009 | 2 Comments »
Jumat, 23 Januari 2009, 14.00
Apa yang kamu rasakan jika kamu tadinya berniat untuk mengikutkan karyamu dalam suatu kompetisi namun karena kamu pikir karyamu tidak terlalu bagus, kamu mengurungkan niatmu itu, dan kemudian ketika hasil kompetisi itu diumumkan, kamu menyadari bahwa karya yang berhasil menjadi juara tidak lebih bagus dari karyamu?
Itu belum seberapa.
Apa yang kamu rasakan [...]

